Pretest Ngambang

Pernah ngalamin sakit mendadak?
Aku pernah. Tapi aku bersyukur karena cuma kena sakit mendadak atau mendadak sakit. Coba kalau aku terkena penyakit mendadak dangdut? Bisa-bisa aku diruwat selama 7 hari 7 malem! Dikasih sesajen kemenyan en kembang 7 rupa biar aku gak bertingkah kaya trio macan.
Saat itu aku masih semester 4. Masih lugu (?) sebagai seorang mahasiswi. Malem-malem, aku masuk ke dalam sebuah gedung tua. Sesampainya di dalam gedung, aku liat keadaan sekelilingku. Mengerikan! Lalu, seseorang berkepala plontos ngomong serius ke aku, “Kalau gak kuat, silakan lambaikan tangan ke arah kamera.” Lho, ini mah acara (Bukan) Dunia Lain?!
Malem sebelum aku sakit mendadak, aku masih sehat walafiat. Aku pergi ke kos temenku, pinjem catetannya karena pas kuliah sebelumnya aku lagi terjangkit virus males nulis. Masih mending kan, daripada pas lagi kuliah tiba-tiba naek ke atas kursi trus nyanyi “Akulah makhluk Tuhan,yang terindah,yang paling seksi…” sambil geol-geol. Ini sih kesurupan setan yang terobsesi sama Mulan Jameela!

Setelah dapet catetannya, aku pergi ke fotokopian buat fotokopi tu catetan. Masa’ nulis lagi? Kreatif dikit kek! Ini kan udah zaman modern.
Saat itu aku bener-bener sehat. Segar bugar. Tapi jangan harap aku bisa lari keliling bunderan WP (Widya Puraya – perpustakaan Undip) sebanyak 7 putaran.
Sampai di kos, udah hampir pukul 9 malem. Aku nyelesein bikin laporan praktikum trus tidur. Malem yang damai, pikirku.
Tapi apa yang terjadi keesokan harinya??
Pagi-pagi aku bangun dari tidurku dengan kepala yang berat. Aku ngaca, kepalaku gak tambah gede kok! Habis salat subuh yang gak begitu khusyuk, aku tiduran di kasur.
Gila, kenapa tiba-tiba keadaanku kaya gini? Kepala pusing, badanku juga panas serasa ditaruh di atas hot plate. Jadi gak heran kalau tiba-tiba ada seorang koki wanita masuk ke kamar kosku trus bilang, “This is it! Daging hot plate ala Farah Quinn!” sambil nunjuk-nunjuk ke arahku.
Parahnya, hari itu aku ada janji buat pretest. Parahnya lagi, pretest itu bukan dengan asisten, tapi dengan dosen. Parah-parahnya lagi, aku belum belajar!
So, setelah pergi ke klinik langganan, makan bubur ayam yang seingetku gak habis, en minum obat, aku belajar materi buat pretest praktikum itu. Ugghhh, seumpama aku dalam keadaan sehat pun, aku gak paham bener tentang materinya. Apalagi dengan kepala cenat-cenut (SM*SH mode: on) dan badan panas kaya gini?? Semakin susah dimengerti! Tambah puyeng en karena pengaruh dari obat, aku malah tertidur.
Bangun-bangun panasku udah lumayan turun. Aku berangkat ke kampus, pretest sudah menungguku. Padahal persiapanku nol!
Pretest pun berlangsung di hadapan dosen di dalam ruangannya. Otakku gak begitu connect (padahal biasanya juga gitu). Beruntung aku cuma ditanyain tujuan praktikum en err…apa ya aku lupa. Yang jelas, kebanyakan temenku yang jawab pertanyaan dari dosen. Itulah untungnya punya temen sekelompok yang pinter, huahahahaha….
Selesai pretest, aku pulang. Alhamdulillah, gak perlu pretest ulang (berkat adanya temenku yang pinter itu). Mungkin itu tadi hanya pretest yang ngambang bagiku. Coba kalau pas pretest tadi aku juga bawa batu kali 5 kilo, nah itu baru bisa tenggelam!

~ by citrasmara on March 11, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: