And the bad news is….

Hari Sabtu tanggal 19 Februari kemarin aku berkencan dengan Gita Rani, temen duetku (ha!). Tempat kami berkencan adalah di SMA Negeri 1 Subah (tempat yang pas untuk pertemuan kami) atau aku singkat SMASH (xixixi). Kebetulan di SMASH sedang berlangsung acara peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW jadi kami bisa bergerilya di sana.

Kami berjalan berkeliling dengan mesra (huek!). Kami bernostalgia, teringat masa-masa SMA yang pernah kita lalui di tempat ini. Tapi saat berjalan-jalan, kami pernah digoda cowok SMA (what??!!). Kami tertawa. Kami membayangkan seandainya anak itu mengetahui bahwa kami adalah putri-putri cantik dari preman SMASH (wakakakak…).

Dan kami berdua semakin menggila, kami kembali melancarkan aksi narsis kita. Jeprat-jepret di sana-sini. Sebenarnya aku malu, tapi kenarsisanku berontak (jiaaahhh…). Tapi kami tidak sekatrok itu, kami melakukan pemotretan di tempat tertutup dan beberapa jepretan di luar ketika suasana lengang (sepertinya).

Kegilaan kami berlanjut di rumahku. Kami menonton drama korea dari siang sampai sore. Kemudian malam harinya kami lanjutkan lagi. Senang sekali rasanya mendapat teman bermalam minggu (ihir…).

Tetapi pada malam itu aku juga ingin menonton pertandingan Piala FA antara Chelsea versus Everton. Jadi aku memanfaatkan inderaku secara maksimal; menonton film sambil menyalakan televisi dengan volume yang dikecilkan. Jika komentatornya terdengar heboh, aku langsung memusatkan perhatianku ke pertandingan sepak bola itu.

Dramanya benar-benar membuat kami tertawa terpingkal-pingkal. Perutku terasa hampir kram. Aku sampai memijat-mijat tulang pipiku karena pegal tertawa terus-menerus. Lalu kulirik lagi untuk kesekian kalinya pertandingan itu, masih 0-0. Babak pertama sudah selesai. Aku melanjutkan menonton drama korea.

Babak kedua sudah selesai, kedudukan masih 0-0 (uaseemmm!!!). Kemudian dilanjutkan dengan extra time. Aku mulai ketar-ketir. Namun kekhawatiranku aku alihkan ke drama itu. Jika ada adegan lucu, aku masih bisa tertawa lepas. Dan aku bisa tertawa gembira ketika Frank Lampard mencetak goal untuk Chelsea pada menit ke-104. Aku sampai berteriak “I love you Lampard!!” dengan histeris. Tapi senyumku seketika lenyap ketika Everton menyamakan kedudukan pada menit ke-119. Adu penalti pun takterhindarkan.

Aku sangat illfeel dengan adu penalti. Masih teringat di benakku, kekalahan AC Milan saat final Liga Champion 2004/2005 melawan Liverpool. Sangat menyesakkan dada! Sangat menyedihkan! Sangat bisa membuatku diledek habis-habisan oleh kakakku pada saat itu.

Ternyata hari ini adalah hari keberuntungan Everton. Chelsea kalah dalam drama adu penalti. Aku ternganga setengah tidak percaya (huaaaa….). Dengan spontan aku mematikan televisi (bete!). Aku tertunduk lesu.

Aku pandang laptopku yang masih menyala, mempertontonkan drama korea yang sempat aku terlantarkan (lebay). Aku menonton drama itu untuk beberapa saat lalu aku memutuskan untuk tidur.

Hari ini begitu membahagiakan ketika aku memulainya. Tapi ternyata hari ini aku tutup dengan kesedihan.

Memang, di dalam hidup ini ada kebahagiaan dan ada kesedihan. Sebenarnya hidup ini adil. Selalu ada hikmah yang bisa kita petik (namun sampai detik ini aku masih memikirkan apa hikmah dari kekalahan Chelsea T_T)

“Rasa sakit adalah bagian dari bertumbuh. Begitulah kita belajar.” – Angels and Demons karya Dan Brown

~ by citrasmara on March 2, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: